ASPIRASIMASYARAKAT.ID – DUMAI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun media sosial instagram resminya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia selama periode pertengahan hingga akhir Februari 2026, bertepatan dengan libur Imlek dan menjelang awal bulan Ramadhan.
Dalam keterangan resminya, BMKG mencatat bahwa pada periode 12–16 Februari 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di berbagai daerah. Puncak curah hujan harian tercatat di Lampung sebesar 143,0 mm/hari, Sulawesi Selatan 140,5 mm/hari, Bangka Belitung 134,4 mm/hari, Kalimantan Barat 113,7 mm/hari, serta Daerah Istimewa Yogyakarta 110,0 mm/hari.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, antara lain penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup kuat, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif yang menandakan meluasnya awan hujan, serta aktifnya gelombang Kelvin dan Rossby ekuator di sejumlah wilayah Indonesia.
Untuk periode 17–19 Februari 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun demikian, BMKG menetapkan status Siaga (hujan lebat–sangat lebat) di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, serta beberapa wilayah Papua.
Sementara itu, untuk periode 20–23 Februari 2026, BMKG kembali mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, serta Papua dan Papua Selatan. Adapun wilayah yang masuk kategori siaga pada periode tersebut meliputi Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa daerah, antara lain Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial.
“Perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam imbauannya.
Dengan potensi hujan signifikan yang masih berlangsung selama libur Imlek dan awal Ramadhan, BMKG berharap masyarakat dapat lebih waspada serta menyesuaikan aktivitas, khususnya bagi yang melakukan perjalanan jarak jauh maupun kegiatan luar ruangan.
Penulis : Dawit
