ASPIRASIMASYARAKAT.ID – DUMAI – Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada hari ini, Selasa, 3 Maret 2026 dan dapat diamati di wilayah Indonesia sepanjang kondisi cuaca cerah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gerhana terjadi karena posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu garis lurus, sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
BMKG dalam siaran resminya menyebutkan, “Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 berlangsung sekitar 5 jam 41 menit 51 detik, dengan fase totalitas sekitar 59 menit. Jika cuaca cerah, masyarakat dapat menyaksikan Bulan tampak kemerahan saat puncak gerhana.” Fenomena ini kerap dikenal dengan istilah blood moon, karena cahaya Matahari yang dibelokkan atmosfer Bumi membuat permukaan Bulan tampak merah gelap.
Fase awal gerhana diperkirakan mulai sekitar pukul 16.57 WIB, sementara fase total dimulai sekitar pukul 18.03 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 18.33 WIB. Gerhana diperkirakan berakhir sekitar pukul 21.24 WIB ketika Bulan sepenuhnya keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan dapat mengamati sejak kontak Umbra I pukul 17.49 WITA atau 18.49 WIT hingga berakhir pada kontak Umbra IV pukul 21.17 WITA atau 22.17 WIT.
Wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo dapat menyaksikan mulai kontak Umbra II pukul 18.03 WIB atau 19.03 WITA hingga berakhir pukul 20.17 WIB atau 21.17 WITA.
Sementara itu, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dapat melihat gerhana pada puncaknya pukul 18.33 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Adapun Aceh dan Sumatera Utara dapat menyaksikan mulai kontak Umbra III pukul 19.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Selain sebagai peristiwa astronomi, gerhana bulan juga memiliki dimensi keagamaan bagi umat Islam. Kementerian Agama Republik Indonesia mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat khusuf (shalat gerhana bulan) sebagai bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT dan sarana muhasabah diri.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (2/3/2026) meminta jajaran Kementerian Agama di daerah, para tokoh agama, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, imam masjid, serta pemerintah daerah dapat memfasilitasi pelaksanaan shalat gerhana tersebut.
“Kami menginstruksikan agar pelaksanaan shalat gerhana dapat dikoordinasikan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan perkiraan waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah,” katanya.
Sunnah Saat Terjadi Gerhana Bulan
Dalam ajaran Islam, gerhana bukanlah tanda kematian atau musibah tertentu, melainkan ayat (tanda) kekuasaan Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah, sehingga ketika terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk shalat, berdoa, berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah sampai gerhana berakhir.
Menurut ulama Mazhab Syafi‘i, shalat khusuf hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), baik dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Tata Cara (Kaifiyat) Shalat Khusuf Menurut Mazhab Syafi‘i
Shalat khusuf dilaksanakan dua rakaat, namun berbeda dengan shalat sunnah biasa karena setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku‘.
Rakaat Pertama:
- Niat shalat khusuf di dalam hati.
- Takbiratul ihram, membaca doa iftitah.
- Membaca Al-Fatihah dan surat panjang (disunnahkan seperti Al-Baqarah atau yang panjang).
- Ruku‘ pertama dengan bacaan tasbih yang panjang.
- Bangkit dari ruku‘ (i‘tidal), lalu membaca Al-Fatihah lagi dan surat (lebih pendek dari bacaan pertama).
- Ruku‘ kedua, lalu i‘tidal.
- Sujud dua kali seperti biasa, kemudian berdiri ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
- Membaca Al-Fatihah dan surat (lebih pendek dari bacaan rakaat pertama).
- Ruku‘ pertama, lalu i‘tidal.
- Membaca Al-Fatihah dan surat (lebih pendek dari bacaan sebelumnya).
- Ruku‘ kedua, lalu i‘tidal.
- Sujud dua kali, kemudian tasyahud akhir dan salam.
Ketentuan Tambahan:
- Bacaan shalat disunnahkan jahr (keras) karena dilakukan pada malam hari.
- Setelah shalat, imam dianjurkan berkhutbah satu kali atau dua kali, berisi nasihat untuk bertakwa, memperbanyak istighfar, sedekah, dan mengingat akhirat.
- Dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar sampai gerhana benar-benar berakhir.
Penutup
Fenomena gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 ini menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT sekaligus kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan melalui shalat, doa dan perenungan diri. Selain dapat dinikmati secara ilmiah, peristiwa ini juga memiliki makna spiritual sebagai momentum kembali kepada Allah dan memperkuat ketakwaan.
Penulis : Dawit
