Amalan-Amalan Utama di Hari Raya Idul Fitri Menurut Kitab Fiqih Madzhab Syafi’i

Artikel Islami

(Photo Kitab Taqriratus Sadidah dalam Fiqih Madzhab Syafi'i)

ASPIRASIMASYARAKAT.ID – DUMAI –
Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam khazanah fiqih madzhab Syafi’i, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari raya sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab fiqih seperti Taqrirātus Sadīdah, Fathul Qarib, I’anatut Thalibin dan Al-Majmu’ karya Imam an-Nawawi.

Berikut beberapa amalan utama yang disebutkan dalam kitab-kitab tersebut:

1. Bertakbir pada Malam dan Hari Raya

Disunnahkan memperbanyak takbir sejak terbenam matahari pada malam Idul Fitri hingga imam memulai shalat Id.

وَيُسَنُّ التَّكْبِيرُ فِي لَيْلَتَيِ الْعِيدِ وَيَوْمَيْهِمَا حَتَّى يُحْرِمَ الإِمَامُ بِالصَّلَاةِ

Artinya: “Disunnahkan bertakbir pada dua malam hari raya dan dua harinya hingga imam memulai shalat.” (Disebutkan dalam kitab-kitab syarah fiqih Syafi’i seperti I’anatut Thalibin).

2. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id

وَيُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ

Artinya: “Disunnahkan mandi untuk dua hari raya.” (Disebutkan dalam Fathul Qarib).

3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

وَيُسَنُّ التَّجَمُّلُ فِي الْعِيدَيْنِ بِأَحْسَنِ الثِّيَابِ وَالتَّطَيُّبُ

Artinya: “Disunnahkan berhias pada dua hari raya dengan pakaian terbaik dan memakai wewangian.” (Penjelasan ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’).

4. Makan Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Artinya: “Rasulullah ﷺ tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma.” (HR. Bukhari).

Dalam kitab Taqrirātus Sadīdah disebutkan:

وَيُسَنُّ أَنْ يَأْكُلَ قَبْلَ خُرُوجِهِ إِلَى صَلَاةِ الْفِطْرِ تَمَرَاتٍ وِتْرًا

Artinya: “Disunnahkan makan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil sebelum keluar menuju shalat Idul Fitri.”

5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat

وَيُسَنُّ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْمُصَلَّى مَاشِيًا إِنْ أَمْكَنَ

Artinya: “Disunnahkan keluar menuju tempat shalat dengan berjalan kaki jika memungkinkan.”

6. Mengambil Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Artinya: “Nabi ﷺ apabila keluar pada hari raya, beliau menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.” (HR. Bukhari).

7. Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Dalam Fathul Qarib dijelaskan:

صَلَاةُ الْعِيدِ رَكْعَتَانِ، يُكَبِّرُ فِي الأُولَى سَبْعًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الإِحْرَامِ، وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْقِيَامِ

Artinya: “Shalat Id dua rakaat. Pada rakaat pertama bertakbir tujuh kali selain takbiratul ihram, dan pada rakaat kedua lima kali selain takbir berdiri.”

8. Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya

Dalam Al-Majmu’, Imam Nawawi menjelaskan:

قَالَ أَصْحَابُنَا: يُسْتَحَبُّ أَنْ يُقَالَ لِلنَّاسِ يَوْمَ الْعِيدِ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Artinya: “Para ulama kami (madzhab Syafi’i) menyatakan dianjurkan mengucapkan kepada orang lain pada hari raya: Taqabbalallahu minna wa minkum.”

Kesimpulan

Kitab-kitab fiqih madzhab Syafi’i menegaskan bahwa Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum ibadah yang dihiasi berbagai amalan sunnah. Mulai dari memperbanyak takbir, mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, makan sebelum shalat, melaksanakan shalat Id, hingga mempererat silaturahmi sesama muslim.

Dengan menghidupkan sunnah-sunnah ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Taqrirātus Sadīdah, Fathul Qarib, I’anatut Thalibin dan Al-Majmu’, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan kesempurnaan dalam merayakan Idul Fitri.

Penulis : Dawit

Exit mobile version