AspirasiMasyarakat.Id – Dumai – Yayasan Pendidikan Budi Dharma Plus Dumai, yang menaungi SMP, SMA dan SMK menggelar workshop bagi para guru dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental untuk Mengoptimalkan Pendidikan di Sekolah.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Ruang Pertemuan YP Budi Dharma Plus Dumai mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Workshop ini diikuti oleh para guru dan tendik dilingkungan YP Budi Dharma Plus Dumai dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kota Dumai, Ahmad Faisal Lubis, S.H., serta Pengawas SMP, Ibu Hotmaida Nasution, S.Pd., M.Pd.I. Sementara itu, pengawas SMAS Budi Dharma, Bapak Puasa Simanjuntak, S. Pd., yang juga dijadwalkan hadir berhalangan sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung.
Hadir sebagai pemateri, Dr. Riki Apriyandi Putra, M.Pd., seorang praktisi pendidikan dari Kota Pekanbaru, Riau, yang membahas Burnout, Work-Life Balance, Resiliensi hingga Mindfulness untuk Optimalkan Pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Riki membahas empat pokok penting yang berkaitan dengan kesehatan mental guru, yaitu:
1. Manajemen Stres dan Tidak Menjadi Guru Gosong (Burnout Teacher)
Guru diajak memahami berbagai tekanan dalam pekerjaan serta bagaimana mengelola stres agar tidak mengalami kelelahan secara fisik maupun emosional yang berkepanjangan.
2. Hidup, Bekerja, dan Bahagia – Keseimbangan Work-Life Balance bagi Pendidik
Guru perlu memiliki keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, sehingga dapat menjalankan profesinya dengan lebih sehat, bahagia, dan produktif.
3. Membangun Resiliensi Guru
Materi ini menekankan pentingnya kemampuan guru untuk menghadapi berbagai tantangan, beradaptasi terhadap perubahan, serta bangkit kembali ketika menghadapi tekanan dan kesulitan dalam dunia pendidikan.
4. Mindfulness dan Pengelolaan Emosi Guru
Guru diajak untuk lebih menyadari kondisi diri, mengenali emosi, serta mampu mengelolanya dengan baik agar dapat menghadapi berbagai situasi di sekolah secara tenang dan bijaksana.
Pemaparan materi berlangsung interaktif. Para guru terlihat aktif mengikuti kegiatan, terutama dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Kepala SMAS Budi Dharma, Wiwit Sulistyanto ST, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan pengembangan kapasitas guru seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin.
Menurutnya, kemampuan guru dalam mendidik tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga oleh kesiapan mental serta kemampuan mengelola berbagai tekanan dalam menjalankan tugas.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Yayasan Pendidikan Budi Dharma Plus Dumai dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik.
Sementara itu, Kabid Dinas Pendidikan Kota Dumai, Ahmad Faisal Lubis, S.H., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak cukup hanya dilaksanakan di lingkungan Budi Dharma saja, tetapi dapat dikembangkan dengan melibatkan kepala sekolah dan guru dari sekolah-sekolah lainnya di Kota Dumai.
Menurutnya, guru merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, guru perlu memiliki kesiapan yang menyeluruh, baik secara fisik, mental maupun spiritual, sehingga mampu mendidik dan mendampingi peserta didik dengan optimal.
Workshop yang berlangsung selama kurang lebih lima jam tersebut ditutup dengan semangat dan antusiasme para peserta. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sehari ini saja, tetapi dapat memberikan dampak dalam keseharian guru ketika menjalankan tugas di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Pendidikan Budi Dharma Plus Dumai menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan profesional sekaligus kesejahteraan mental para pendidik.
Guru yang sehat secara mental, mampu mengelola emosi, tangguh menghadapi tantangan dan bahagia dalam menjalankan profesinya, sehingga diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih optimal bagi generasi penerus.
AspirasiMasyarakat.Id – Guru sehat, tangguh, dan bahagia untuk pendidikan yang berkualitas.
Penulis : Dawit











