AspirasiMasyarakat.id – Dumai – 29 September 2026 – Kondisi udara Kota Dumai kembali menjadi perhatian masyarakat. Setelah diguyur hujan selama dua hari yang bahkan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, udara Dumai pada Selasa pagi kembali tampak berasap.
Sejumlah video yang beredar di masyarakat memperlihatkan kondisi udara yang berkabut dan berasap. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena hujan sebelumnya sempat diharapkan dapat mengurangi persoalan asap.
Pemerintah perlu segera memastikan sumber asap, apakah berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sekitar Dumai, asap kiriman dari wilayah lain, atau faktor lainnya. BMKG sebelumnya juga mengingatkan potensi asap dan meminta kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Riau.
Kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Jika kualitas udara memburuk, pemerintah dan pihak sekolah perlu mempertimbangkan pembatasan aktivitas luar ruangan hingga langkah pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kualitas udara. Keselamatan peserta didik harus menjadi salah satu prioritas.
Masyarakat meminta Pemerintah Kota Dumai, Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait untuk segera:
- Memantau dan mengumumkan kualitas udara, termasuk ISPU dan PM2.5, secara berkala.
- Memeriksa titik panas dan memastikan sumber asap.
- Memperkuat koordinasi penanganan karhutla.
- Memberikan imbauan kesehatan kepada masyarakat.
- Melindungi anak sekolah dan kelompok rentan dari paparan asap.
- Membatasi kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara sudah tidak sehat.
- Menyiapkan fasilitas kesehatan menghadapi dampak asap.
- Melakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh jika ditemukan titik kebakaran.
- Menyampaikan perkembangan kondisi dan penanganan secara terbuka kepada masyarakat.
Turunnya hujan selama dua hari memang membantu mengurangi risiko kebakaran, tetapi munculnya kembali asap pada pagi 29 September 2026 menunjukkan bahwa kewaspadaan belum boleh diturunkan. Masyarakat tidak ingin menunggu sampai banyak yang mengalami gangguan kesehatan.
Pemerintah diharapkan bergerak cepat memastikan sumber asap ditangani dan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah serta kelompok rentan, mendapatkan perlindungan yang maksimal. Udara yang aman untuk dihirup adalah hak masyarakat. Pemerintah perlu memastikan kondisi tersebut melalui pemantauan, tindakan cepat, dan informasi yang transparan.
Penulis : Dawit











