MAULID NABI: BELAJAR MENJADI PENDIDIK DARI SANG PENDIDIK AGUNG

(Photo Wiwit Sulistyanto, ST., Kepala SMAS Budi Dharma Dumai)

Oleh: Wiwit Sulistyanto, S.T.
Kepala SMAS Budi Dharma Dumai

Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah SAW. Bagi kita yang berada di dunia pendidikan, Maulid Nabi adalah kesempatan untuk belajar kembali bagaimana menjadi seorang pendidik.

Rasulullah SAW adalah sosok pendidik yang luar biasa. Beliau mengajarkan ilmu sekaligus memberikan contoh melalui sikap dan akhlaknya. Beliau mengajarkan kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, dan amanah.

Dari sini kita belajar bahwa menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan pelajaran. Guru juga bertugas membentuk adab dan karakter siswa.

Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang guru katakan, tetapi juga melihat apa yang guru lakukan. Kalau kita ingin siswa jujur, maka guru harus memberi contoh kejujuran. Kalau ingin siswa beradab, guru juga harus menunjukkan adab yang baik.

Karena itu, guru harus terus belajar dan memperbaiki diri. Sebab pendidikan yang paling kuat adalah keteladanan.

Maulid Nabi Menggerakkan Guru dan Siswa

Menurut saya, Maulid Nabi jangan hanya menjadi acara seremonial. Peringatan ini harus menjadi momentum untuk menggerakkan guru dan siswa menjadi lebih baik.

Guru kembali mengingat bahwa tugasnya bukan sekadar mengejar target materi, tetapi mendidik manusia.

Siswa juga perlu memahami bahwa pintar saja belum cukup. Ilmu harus berjalan bersama adab dan akhlak.

Sebagai kepala sekolah, saya juga berusaha untuk turun langsung bersama guru dan siswa. Salah satunya melalui pembelajaran adab dengan menggunakan kitab Taisirul Khallaq. Sederhana saja tujuannya, yaitu agar guru dan siswa sama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Karena sekolah bukan hanya tempat mencari nilai. Sekolah adalah tempat belajar ilmu, adab, dan kehidupan.

Semoga melalui Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semakin mencintai Rasulullah, menghormati guru dan orang tua, serta semakin semangat belajar dan memperbaiki akhlak.

Mari kita lanjutkan perjuangan Rasulullah SAW melalui pendidikan, yakni sesuai pwrannya masing-masing :

  • Guru mendidik dengan ilmu.
  • Guru memberi contoh dengan akhlak.
  • Siswa belajar dengan adab.

Semoga sekolah kita melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama. Aamiin

Exit mobile version