KEUTAMAAN MENYENANGKAN HATI ORANG LAIN

Photo Senyuman Bahagia Anak-anak Palestina, Doc. Akun X Aya Isleem dan Fadi Thabet From Akun IG ACT)

Oleh Wiwit Sulistyanto, ST – Guru Ngaji

Terkadang kita mengira bahwa untuk berbuat baik kepada orang lain harus memiliki banyak harta. Padahal, menyenangkan hati orang lain bisa dilakukan dengan sesuatu yang sederhana: senyuman, ucapan yang baik, membantu kesulitan, memberikan perhatian, atau sekedar hadir ketika seseorang sedang membutuhkan teman.

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Ayat ini menjadi salah satu dasar bahwa seorang Muslim hendaknya tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ada hak orang lain yang perlu kita perhatikan, ada kesulitan yang perlu kita ringankan dan ada hati yang perlu kita jaga.

Meringankan Kesulitan Orang Lain

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Imam Muslim dalam Shahih Muslim, hadis no. 2699)

Hadis ini tidak hanya berbicara tentang bantuan dalam bentuk materi. Kesusahan seseorang bisa berupa masalah ekonomi, kesedihan, kebingungan, kesulitan dalam pekerjaan, bahkan persoalan kehidupan yang tidak mampu ia selesaikan sendiri.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika menjelaskan hadis ini menerangkan besarnya keutamaan membantu dan meringankan kesulitan kaum Muslimin. Balasan yang diberikan Allah sesuai dengan jenis amal yang dilakukan: ketika seorang hamba berusaha meringankan kesusahan saudaranya di dunia, Allah memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat, ketika manusia sangat membutuhkan pertolongan.

Karena itu, jangan pernah berpikir bahwa kebaikan kita kepada orang lain akan hilang begitu saja. Bisa jadi kita lupa, tetapi Allah tidak pernah lupa.

Bahkan Senyuman Adalah Sedekah

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Imam at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, hadis no. 1956)

Hadis ini menunjukkan betapa luasnya pintu kebaikan dalam Islam.

Imam al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, syarah atas Sunan at-Tirmidzi, menjelaskan bahwa senyuman kepada saudara Muslim merupakan bentuk kebaikan karena dapat menghadirkan rasa senang, kasih sayang, dan hubungan yang baik di antara sesama.

Artinya, untuk membuat orang lain bahagia kita tidak selalu membutuhkan uang. Terkadang sebuah senyuman, ucapan “semoga Allah mudahkan”, atau sekedar bertanya “apa yang bisa saya bantu?” sudah menjadi sebuah kebaikan.

Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil

Dalam Kasyful Ghummah fi Isthna’il Ma’ruf wa Rahmatil Ummah, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki menukil berbagai keterangan mengenai keutamaan ishna’ul ma’ruf, berbuat baik kepada sesama dan menghadirkan kebahagiaan bagi seorang mukmin.

Pesan yang dapat kita ambil sangat sederhana: jangan meremehkan kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain.

  • Ada orang yang mungkin tidak membutuhkan uang kita, tetapi membutuhkan perhatian.
  • Ada yang tidak membutuhkan nasihat panjang, tetapi membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan.
  • Ada yang tidak membutuhkan banyak bantuan, tetapi membutuhkan satu orang yang berkata, “Jangan khawatir, saya bantu.”

Kebaikan yang Kembali kepada Kita

Dalam hadis yang sama, Rasulullah ﷺ juga bersabda:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Imam Muslim, Shahih Muslim, hadis no. 2699)»

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini merupakan dorongan yang sangat kuat untuk membantu kebutuhan orang lain dan memberikan manfaat kepada mereka. Selama seseorang bersungguh-sungguh membantu saudaranya dalam kebaikan, Allah menjanjikan pertolongan kepadanya.

Maka, jangan takut berbuat baik hanya karena kebaikan kita tidak dibalas manusia. Sebab yang kita harapkan bukan semata-mata balasan dari manusia, kita berharap balasan dari Allah.

Mungkin kita pernah membuat seseorang tersenyum dan kemudian melupakannya. Mungkin kita pernah membantu seseorang lalu tidak pernah lagi mendengar kabarnya. Mungkin kita pernah memberikan sedikit dari apa yang kita punya dan merasa itu tidak berarti.

Tetapi di sisi Allah, tidak ada kebaikan yang sia-sia. Karena itu, jika hari ini kita mampu menyenangkan hati seseorang, lakukanlah. Jika mampu meringankan kesulitannya, bantulah. Jika mampu menghibur kesedihannya, hiburlah.

Jika belum mampu memberikan sesuatu, setidaknya jangan menyakiti hatinya. Sebab kita tidak pernah tahu, kebaikan kecil yang kita anggap biasa bisa menjadi sebab datangnya pertolongan Allah kepada kita pada saat yang paling kita butuhkan.

Bahagiakanlah orang lain dengan cara yang diridai Allah. Karena boleh jadi, kebahagiaan yang kita hadirkan di hati seseorang hari ini, menjadi jalan Allah menghadirkan kebahagiaan untuk kita di dunia dan keselamatan di akhirat.

Exit mobile version