AspirasiMasyarakat.id – Dumai – Di tengah situasi kondisi udara yang memerlukan perhatian khusus pada Rabu dan Kamis, 16–17 September 2026, Kepala SMAS Budi Dharma Dumai, Wiwit Sulistyanto, ST, menegaskan pentingnya menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama. Namun, di sisi lain, hak siswa untuk tetap mendapatkan proses pembelajaran yang optimal juga tidak kalah penting dan menjadi prioritas yang setara.
Dalam arahannya kepada para guru, beliau menekankan bahwa kedua hal ini harus berjalan beriringan dengan porsi perhatian yang sama:
- Kesehatan dan Pendidikan Berjalan Bersama: Perlindungan kesehatan siswa menjadi landasan utama, namun proses penerimaan ilmu dan kegiatan belajar tidak boleh dikesampingkan begitu saja.
- PJJ yang Interaktif dan Bermakna: Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung selama dua hari tersebut diinstruksikan agar tidak sekadar menjadi ajang pemberian tugas, melainkan proses interaktif menggunakan berbagai platform digital (seperti Google Form, WhatsApp, hingga Google Meet) untuk menyampaikan materi dan umpan balik.
- Komitmen Bersama: Pihak sekolah mengapresiasi kerja sama seluruh guru agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal di tengah situasi ini, dengan harapan kondisi udara segera membaik dan kegiatan sekolah kembali normal
Aspirasi dan Harapan kepada Pemerintah Kota Dumai
Pihak sekolah berterimakasih terhadap langkah cepat pemerintah dalam mengatasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu pihak sekolah juga turut menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kota Dumai agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tanggap.
Dengan langkah penanganan yang sigap dari pemerintah, diharapkan kualitas udara di Kota Dumai dapat segera pulih, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala. Amin.
Penulis : Dawit











