AspirasiMasyarakat.id – Dumai – Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Wilayah Pesisir Dumai terlaksana di ruang pertemuan Yayasan Pendidikan Budi Dharma Plus Kota Dumai, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti para majelis guru dan tenaga pendidik tingkat SMP dan SMA Budi Dharma Plus Dumai.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dr. Ir. Anton Budi Dharma, ST, M.T., IPM., ASEAN Eng., yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara Universitas Riau (UNRI) dan Yayasan Pendidikan Dharma Plus dapat terus terjalin dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi mampu melahirkan berbagai output dan karya yang memberikan manfaat nyata.
Selanjutnya, Prof. Dr. Yustina, M.Si memberikan motivasi kepada seluruh majelis guru dan tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi edukator dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan, khususnya lahan gambut yang menjadi bagian dari wilayah Kota Dumai.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan diharapkan mampu mendorong lahirnya guru-guru yang inovatif serta menghasilkan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Edukasi mengenai pencegahan dan mitigasi karhutla juga diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik sehingga pengetahuan tersebut berkembang dari lingkungan sekolah hingga ke masyarakat.
Memasuki acara inti, tim pengabdian masyarakat memberikan sejumlah materi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta simulasi penanganannya. Materi disampaikan oleh para narasumber yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat, dengan pendekatan yang melibatkan peserta secara langsung.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru SMP dan SMA Budi Dharma Plus diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait upaya pencegahan karhutla dan edukasi kepada peserta didik.
Kegiatan kemudian ditutup menjelang waktu Zuhur dengan foto bersama seluruh peserta dan tim pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, kemudian diteruskan kepada peserta didik dan pada akhirnya memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Kota Dumai.
Penulis : Dawit











